4

Dari Ajahn Brahm, untuk Hatiku yang Kurang Senyum

posted on , by Dewa Cakrabuana

Jadi... Tiba-tiba aku memilih buku karya seorang bhiksu di rak Gramedia. Kawan-kawan punkers-ku bisa meloncat dari kursinya bila mendengar Dewa Cakrabuana memilih buku bhiksu, alih-alih buku sejarah G30S atau majalah Rolling Stone. Oke, lanjut. Sebuah buku yang ditulis bhiksu... Apa yang ada di pikiranmu? Ini bakalan dalam, panjang, dan bersayap, mungkin. Kubayangkan isinya ...

4

Kupang, di Pagi Hari Itu...

posted on , by Dewa Cakrabuana

"... pasar di pagi hari, bersama Niang..." Kubuka mataku perlahan, mengejap-ejap. "Sial, baru jam lima kurang lima belas!" kutukku dalam hati. Kadang sengaja kusetel alarm gaduh handphone di jam-jam ini, sekadar untuk terjaga lantas tidur lagi. Tahukah kalian, sensasi bangun awal dan menyadari masih ada waktu tidur adalah menyenangkan? Ha! Tapi tidak untuk pagi ini. ...